Standar Kesuksesan dan Kegagalan

‘Sukses’, kata ini ibarat gula yang membuat semut berbondong-bondong mendekatinya. Saya, Anda, dan semua orang yang ada di muka bumi ini tentu sangat “berambisi” meraihnya. Berlari ke sana kemari, memeras keringat membanting tulang, semua dilakukan semata untuk mendapatkan kesuksesan.

Ketika seorang kawan berhasil menyelesaikan kuliahnya, mungkin kita akan menyebutnya sukses. Ketika seorang saudara menjadi pengusaha dan hidup kaya raya, barangkali kita pun akan mengomentarinya sebagai orang sukses. Ketika seseorang menjadi pejabat atau anggota parlemen, mungkin kita juga menyebutnya sukses. Dengan demikian, apa sebenarnya makna sukses itu?

Dalam agama Islam, hakikat kesuksesan adalah ketika manusia mencapai derajat mulia di sisi Allah swt, dan derajat kemuliaan itu tidak diukur dari seberapa banyak harta yang dimiliki, pangkat apa yang disandangnya, dan seberapa tinggi posisinya dalam masyarakat semasa hidup di dunia. Derajat kemuliaan di sisi Allah swt diukur dari amal ibadah dan kadar ketakwaan masing-masing.

Dalam AI-Qur’ an, kata ‘sukses’ diwakili oleh kata jdza dan variannya (jawzan, majdzatan, dan majdzan), yang berarti beruntung, sukses, menang, atau terlepas. Di antara yang disebut AI-Qur’ an sebagai orang sukses adalah mereka yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 185), orang yang tidak suka dipuji dalam beramal (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 188), mereka yang teguh menaati Allah dan Rasul-Nya (Q.S. Al-Ahzab [33J: 71), dan orang-orang yang bertakwa kepada-Nya (Q.S. Az-Zumar [39J: 61, dan Q.S. An-Naba.’ [78J: 31).

Kesuksesan yang disebut oleh AI-Qur’an ini menempati puncak tujuan dari seluruh rangkaian perjuangan hidup di dunia. Karena itulah orang yang sukses secara materi di dunia belum tentu sukses di akhirat. Misalnya, berharta tetapi tak bersedekah, berilmu tetapi tak diamalkan, dan berjabatan tetapi tidak amanah. Mereka inilah orang-orang “sukses” yang tidak sukses memaknai kesuksesan.

Orang-orang “sukses” yang tidak sukses memaknai kesuksesan sama artinya dengan orang yang gagal, bahkan paling gagal. Mereka gagal masuk surga, gagal mencapai keridhaan Allah, dan gagal di dunia ketika dia telah berani melanggar syari’at Islam. Mereka telah kehilangan ketakwaan, kehilangan idealisme, kehilangan nilai, kehilangan ideologi, itulah gagal. Ketika orang mengalami disorientasi dari mencari ridha Allah menjadi sekadar mencari dunia, itulah gagal. Jadi, Allah-Iah standar kegagalan dan kesuksesan kita!

sukses

Referensi :

Al-Qur’an Al-Karim
Tahajud & Dhuha

http://www.google.co.id

http://www.eramuslim.com