Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, Dari beberapa Buku yang Saya Baca berikut juga Tausiah-Tausiah yang Saya ikuti dalam Majelis taklim dan Kajian Islami, Saya lebih bersemangat dalam mengamalkan Ibadah Tahajud, dan Saya ingin berbagi  untuk beberapa Tips agar kita bisa bangun malam dan dapat melaksanakan shalat Tahajud, di antaranya sebagai berikut :

Yang Pertama, Memotivasi diri untuk bangun malam, yakni dengan cara mempelajari dan mengingat betapa besar keutamaan-keutamaan yang terdapat di dalam tahajud.

Kedua. Tanamkanlah kesadaran bahwa kita memiliki kebutuhan jasmani dan rohani yang harus dipenuhi secara seimbang. Kita bisa mendapatkan banyak informasi ten tang hal ini dari para pakar kesehatan dan kejiwaan, atau dari buku-buku yang telah banyak beredar yang menguliti permasalahan tahajud dari perspektif kesehatan baik fisik maupun psikis.

Ketiga, Tanamkan niat sebelum tidur, dengan bertekad dan berkeinginan kuat untuk bangun dan melaksanakan shalatTahajud di kesunyian malam. Dengan keberadaan niat ini, Allah swt akan membantu kita untuk bisa bangun malam. Atau, kalaupun tidak kuasa bangun, setidaknya kita telah mendapatkan pahala dari niat baik tersebut.

Keempat, Biasakan tidur di awal waktu, jangan begadang untuk hal-hal yang tidak penting, yang akhirnya hanya akan membuat mata kita terlampau lelah dan mengantuk untuk bangun di sepertiga malam terakhir. Abu Barzah r.a. bercerita, “Bahwasanya Rasulullah saw tidak suka tidur sebelum shalat Isya’ dan berbincang-bincang setelahnya.”

Kelima, Bersungguh-sungguh mengamalkan adab-adab sebelum tidur, seperti tidur dalam keadaan suci (mempunyai wudhu): dzikir; menyatukan kedua telapak tangan dan meniupnya sambil membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas; kemudian menyapukannya ke seluruh tubuh (3 kali); membaca Ayat Kursi dan dua ayat terakhir dari surat AI-Baqarah; dan membaca doa sebelum tidur.

Keenam, Tidak mengonsumsi banyak makanan sebelum tidur. Sebab, kondisi perut yang terlampau kenyang bisa membuat tidur kita terlalu nyenyak dan rasa kantuk pun selalu menggelayut, sehingga kita malas untuk bangun.

Ketujuh, Menghindari perbuatan maksiat. Maksiat adalah sumber kelemahan iman dan racun yang mematikan bagi hati. Dalam hal ini Sufyan AtsTsauri telah menuturkan pengalamannya, “Aku sulit sekali melakukan qiyamul lail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”

                        Al-Imam Hasan Al-Bashri menegaskan, “Sesungguhnya orang yang melakukan dosa, akan terhalang dari qiydmul lail.” Lalu dia ditanya,”Wahai Abu Sa’id, aku tidur malam dalam kondisi sehat dan aku ingin shalat malam. Aku juga sudah menyiapkan air wudhuku sebelumnya, tetapi mengapa aku tidak bisa bangun juga? Maka, beritahukanlah kepadaku apa yang harus kulakukan!” Bashri menjawab, “Dosa-dosamu telah menjeratmu.”.

Kedelapan, Memperbanyak melakukan ketaatan juga dapat menggugah kita untuk melakukan ketaatan kepada Tuhan di keheningan malam. Sebuah ketaatan akan mempermudah ketaatan yang lain, bahkan Allah swt akan meningkatkannya. Karena itu, isilah waktu pagi hingga malam dengan ketaatan dan seluruh aktivitas yang bernilai ibadah, niscaya Allah akan membantu kita melakukan segala bentuk ketaatan yang lain dengan amat mudah.

Kesembilan, Kalau ada waktu, sempatkan qailulah (tidur sejenak di waktu siang/sebelum zhuhur). Menurut para ulama, hal ini sangat membantu untuk bangun malam karena badan menjadi lebih fresh dan tidak terlalu penat.

Kesepuluh, Janganlah paranoid dan menganggap bahwa bangun malam untuk shalat Tahajud itu berat dan sulit. Perasaan berat dan sulit justru akan menjadi sugesti sangat buruk yang memberatkan diri untuk bangun.

Kesebelas, Senantiasa menjaga keikhlasan ketika berniat bangun malam untuk menunaikan tahajud. Dengan niat yang ikhlas disertai doa, -Insya Allah- Allah swt akan meringankan pekerjaan yang semula tampak berat.

Kemudian Keduabelas, Tanamkan kerinduan untuk senantiasa bermunajat (berdialog) dan berkhalwat (bercengkerama berdua) dengan Allah swt serta Selain memanfaatkan alarm waktu, bisa Juga membuat kesepakatan dengan anak, istri, atau saudara melalui program tahajud bersama.

Yang terakhir, Untuk memantapkan kedisiplinan diri, bisa juga menerapkan program “self-punishment (menghukum diri sendiri) manakala kesiangan atau lupa tidak melaksanakan Tahajud. Misalnya, hukuman berupa membaca AI-Qur’ an sebanyak sekian juz di hari esoknya.

“Dimana ada kemauan, disitu ada jalan”. Semoga teman-teman dengan membaca tips yang saya berikan Insya Allah bisa lebih bersemangat lagi dalam mengamalkan tahajud dan lebih konsisten terhadap niat yang sudah ditanamkan sebelumnya. Demikian dari saya, Jika ada Kesalahan atau Kekurangan datang dari saya pribadi dan kebenaran hanya milik Allah SWT. Kurang lebihnya Mohon Maaf.

 Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

shalat dulu

Referensi :

Al-Qur’an Al-Karim

Tahajud dan Dhuha

http://www.google.co.id