Latest Entries »

 

Handphone sudah menjadi barang kebutuhan warga Indonesia, hampir semua orang memiliki handphone. Kadang tidak cukup satu, bisa saja satu orang punya dua atau tiga. Ditambah lagi kehadiran smartphone semakin memudahkan hidup kita.

Mudahnya akses komunikasi via handphone atau smartphone kadang membuat orang lupa diri. Mudahnya komunikasi justru bisa mengganggu kepentingan orang lain. Orang-orang di sekitar Anda (terutama di tempat umum) bisa kesal jika Anda tidak memiliki etika saat menggunakan handphone, smartphone atau iPad.

Oh.. ada etikanya? Tentu saja ada dan harus Anda pergunakan. Jangan sampai smartphone yang Anda pakai justru membuat Anda tidak tampil smart karena tidak tahu etikanya.

Melihat atau Membalas Pesan Tertulis

Saat berbicara dengan orang lain, hindari melihat pesan yang masuk, melihat status teman atau membalas pesan. Hal ini tidak sopan dan Anda dianggap tidak menghormati orang yang sedang Anda ajak bicara. 
Terutama saat Anda meeting, wawancara kerja, sedang dilayani oleh pramusaji, kasir dan sebagainya. Jika Anda mendapat pesan tertulis (yang dirasa sangat penting) dan ingin membaca atau membalasnya, mintalah izin (setelah selesai membicarakan hal serius).

Memilih Ringtone

Ada jutaan ringtone yang bisa Anda pilih, mulai dari musik, lagu, bahkan ringtone berisik yang mengganggu. Sebisa mungkin pilih ringtone klasik, apalagi jika Anda ada di kawasan umum. Ringtone dengan suara keras atau nada yang mengganggu apalagi tidak sopan bisa membuat orang lain tidak nyaman dan menatap Anda dengan pandangan sinis.

Silent atau Matikan Handphone Saat..

Anda berada di dalam bioskop, sedang wawancara kerja, sedang meeting, sedang melakukan pembicaraan penting, sedang berada di rumah ibadah, sedang berada di pemakaman dan sebagainya. Anda pasti tidak suka jika ibadah Anda terganggu karena suara ringtone orang lain, termasuk saat Anda nonton film di bioskop. Jika Anda tidak ingin mematikan handphone, pilih fungsi getar.

Tidak Perlu Bersuara Keras Saat Menelepon

Saat Anda ada di ruang publik, akan lebih baik jika Anda berbicara dengan suara pelan saat berbincang melalui handphone. Sebisa mungkin lakukan pembicaraan singkat. Kalaupun Anda harus melakukan pembicaraan panjang, minta izin untuk meninggalkan meja makan, ruangan dan teman-teman Anda ke ruangan yang lebih sepi dan tidak banyak dilalui orang. PASTIKAN pembicaraan ini memang serius dan tidak dapat ditunda.

Hindari Obrolan Pribadi

Obrolan pribadi butuh ruang pribadi. Jika Anda sedang berada di tempat umum, tunda obrolan ini. Jangan sampai orang lain tidak nyaman mendengar obrolan pribadi Anda. Dalam hal ini, termasuk obrolan kangen dengan pacar atau obrolan mesra lainnya, bagi Anda so sweet, tapi ini mengganggu kenyamanan orang lain. 

Lebih Baik Menelepon Jika..

Lebih baik menelepon ketimbang SMS saat Anda membutuhkan informasi yang cepat. Termasuk saat Anda mengucapkan pesan duka cita, ucapan pernikahan dan berbagai kabar penting lainnya. Saat Anda mengirim pesan, belum tentu sang penerima langsung membaca pesan Anda.

Fokuslah Dengan Kendaraan Anda!

Jangan pernah menelepon saat Anda berkendara, termasuk mengetik SMS/BBM balasan, menulis status dan sebagainya. Fokuslah pada kendaraan Anda! Hal ini akan mendukung keselamatan Anda dan keselamatan pengguna jalan yang lain. Jika Anda sedang menunggu telepon penting dan berdering saat sedang menyetir kendaraan, pinggirkan kendaraan terlebih dahulu, baru angkat telepon.

Yang Harus Anda Ingat!

Hormati dahulu orang yang ada di hadapan Anda, sebelum menyentuh handphone (untuk mengecek email, status, BBM dan lain sebagainya). Jangan pernah membiarkan orang lain bicara pada Anda tetapi jari dan mata sibuk membalas pesan di handphone, itu sangat sangat tidak sopan. Hormati orang lain jika Anda ingin dihormati. Bijak memakai handphone akan membuat Anda dan orang lain nyaman.

Dampak Positif Dari Penggunaan Gadget

  1. Mempermudah komunikasi
  2. Menambah pengetahuan dan wawasan dalam berbagai aspek
  3. Memperluas jaringan persahabatan
  4. Sarana Hiburan

Dampak Negatif Dari Penggunaan Gadget

  1. Membentuk sifat hedonisme
  2. Membuat orang jadi malas
  3. Menciptakan lingkungan pergaulan yang tidak sehat
  4. Efek radiasi
  • Contoh Kasus Dampak Positif Penggunaan Gadget
    Sebagai media pembelajaran disekolah dan playgroup yang telah diterapkan disalah satu negara. Dimana gadget digunakan untuk memperkenal alphabet dan huruf pada playgroup dan untuk anak sekolah ditampilkan dalam bentuk animasi, misalnya proses terjadinya fotosintesis.

  • Contoh Kasus Dampak Negatif Penggunaan Gadget
    Banyak anak kecil yang sibuk sendiri dengan gadgetnya, sampai disuruh orang tuanya berhenti tidak mau berhenti sebelum batu baterainya dan membuat anak tidak mau bermain diluar.

Sumber :

Network Engineer

Profesi network engineer adalah salah satu profesi yang cukup diminati karena salah satu profesi IT dengan panghasilan yang lumayan. Jenjang karir profesi ini cukup jelas dan umumnya IT management dijabat oleh orang-orang yang berlatar belakang profesi ini (berdasarkan pengamatan saya..). Profesional di bidang ini umumnya memegang sertifikat CCNA, CCNP ataupun CCIE. Dengan memegang sertifikat ini, skill mereka dapat diakui secara internasional dan lebih memudahkan dalam memperoleh pekerjaan di negeri seberang.

Network engineer biasanya dipekerjakan di provider-provider jaringan atau perusahaan multi nasional dan atau yang berskala enterprise. Perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan interkoneksi data antar cabang di kota-kota yang jauh atau negara lain. Untuk itu diperlukan interkoneksi jaringan melalui WAN (Wide Area Network) dan konfigurasi LAN yang sesuai di kantor pusat dan kantor cabang.

Tugas Network Engineer:

  1. Mendesain dan membangun infrastruktur jaringan baik LAN maupun WAN
  2. Memberikan solusi terbaik dalam hal infrastruktur jaringan baik dalam hal peralatan yang digunakan, efisiensi, reliability, security dan aspek-aspek lain yang terkait
  3. Memastikan suatu infrastruktur jaringan computer dapat berfungsi dengan baik.

Keahlian yang Diperlukan:

  1. Menguasai konsep dasar mengenai jaringan seperti topologi, protokol-protokol komunikasi, standar-standar networking, media komunikasi data dan keamanan jaringan baik LAN maupun WAN
  2. Menguasai konsep dan desain infrastruktur jaringan dan troubleshooting-nya
  3. Menguasai desain, instalasi dan terminasi media jaringan seperti kabel tembaga/UTP, fiber optic, Wireless communication dll
  4. Menguasai setting, pemanfaatan dan troubleshooting perangkat jaringan seperti router, switch, firewall, proxy, modem dll
  5. Memahami instalasi dan setting PC dan server yang bisa digunakan dalam infrastruktur jaringan seperti domain controller, proxy, filrewall, mailserver dll
  6. Menguasai secara teknis dan praktis mengenai keamanan jaringan / sistem

Uraian pekerjaan

Jaringan insinyur bertanggung jawab untuk memasang, memelihara dan mendukung jaringan komputer komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi. Tujuan mereka adalah untuk memastikan kelancaran operasional jaringan komunikasi untuk memberikan kinerja maksimum dan ketersediaan bagi pengguna mereka, seperti staf, klien, pelanggan dan pemasok.

Jaringan insinyur dapat bekerja secara internal sebagai bagian dari organisasi tim IT support atau eksternal sebagai bagian dari sebuah perusahaan konsultan IT jaringan bekerja sama dengan sejumlah klien.

jabatan lain yang digunakan untuk merujuk pada jenis pekerjaan termasuk dukungan jaringan, insinyur dukungan, dukungan IT engineer, dukungan helpdesk, administrator jaringan, insinyur Novell dukungan, dukungan lini pertama, dukungan lini kedua, insinyur keamanan dan arsitek jaringan.

Khas aktivitas pekerjaan

Karya ini dipengaruhi oleh ukuran dan jenis organisasi mempekerjakan. Dalam sebuah bank investasi besar misalnya, seorang insinyur jaringan mungkin memiliki tanggung jawab spesifik untuk satu wilayah dari sistem. Dalam sebuah perusahaan kecil, insinyur mungkin troubleshooter untuk hampir semua masalah yang berhubungan dengan TI yang muncul.

Ada berbagai jenis jaringan, seperti:

  • jaringan area lokal (LAN), menghubungkan area terbatas seperti kantor, rumah atau sekelompok kecil bangunan;
  • metropolitan area network (MAN), menghubungkan area yang luas seperti kampus atau kota;
  • luas area jaringan (WANSs, yang link nasional atau internasional;
  • global area jaringan (Gans), menggabungkan semua yang di atas dengan teknologi satelit komunikasi mobile. Jenis jaringan yang akan mempengaruhi tanggung jawab insinyur.

Aktivitas kerja khas biasanya termasuk:

  • menginstal, mendukung dan memelihara hardware server baru dan infrastruktur perangkat lunak;
  • mengelola email, anti-spam dan perlindungan virus;
  • pengaturan account pengguna, perizinan dan password;
  • pemantauan penggunaan jaringan;
  • memastikan penggunaan biaya yang paling efektif dan efisien server;
  • menyarankan dan memberikan solusi TI untuk masalah-masalah bisnis dan manajemen;
  • memastikan bahwa semua peralatan IT sesuai dengan standar industri;
  • menganalisis dan mengatasi kesalahan, mulai dari sistem crash besar password yang terlupakan;
  • melakukan langkah-langkah pencegahan rutin dan menerapkan, memelihara dan pemantauan keamanan jaringan, terutama jika jaringan terhubung ke internet;
  • menyediakan pelatihan dan dukungan teknis untuk pengguna dengan berbagai tingkat pengetahuan IT dan kompetensi;
  • pengawasan staf lain, seperti teknisi help-desk;
  • bekerja sama dengan departemen lain / organisasi dan bekerjasama dengan staf TI lainnya;
  • perencanaan dan pelaksanaan pembangunan masa depan IT dan melakukan pekerjaan proyek;
  • mengelola website dan menjaga jaringan internal berjalan;
  • pemantauan penggunaan web oleh karyawan.

Keterampilan Teknis dan Persyaratan Network Engineer

  1. Certifications: MCSE, CCNA, CCNP, CCIE, CNE Sertifikasi: MCSE, CCNA, CCNP, CCIE, CNE
  2. Education: Bachelor’s Degree in Computer Science, Information Technology or similar. Pendidikan: Sarjana Ilmu Komputer, Teknologi Informasi atau mirip.
  3. Systems: Windows, Cisco Systems, UNIX, Linux, Novell Sistem: Windows Novell, Cisco Systems, UNIX, Linux,
  4. Networking: Switches, Routers, Hubs, Servers, Cables, Racks, Firewalls, LAN, WAN, TCP/IP, DNS, UDP, Latency, VoIP, QoS, EIGRP, BGP, OSPF, NHRP, ATM, PPP, MPLS Networking: Switch, Router, Hub, Server, Kabel, Racks, Firewall, LAN, WAN, TCP / IP, DNS, UDP, Latency, VoIP, QoS, EIGRP, BGP, OSPF, NHRP, ATM, PPP, MPLS

Sumber :

http://iceteaqomah.wordpress.com/2011/05/25/etika-profesi/

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 1999 TENTANG TELEKOMUNIKASI

 

BAB 5 Bagian Pertama Pasal 44 mengenai Penyidikan

(1) Selain Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia, juga Pejabat Pegawai Negeri Sipil
tertentu di lingkungan Departemen yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang
telekomunikasi, diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana dimaksud dalam
Undang-undang Hukum Acara Pidana untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang
telekomunikasi.

(2) Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang:
a. melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan
tindak pidana di bidang telekomunikasi;
b. melakukan pemeriksaan terhadap orang dan atau badan hukum yang diduga
melakukan tindak pidana di bidang telekomunikasi;
c. menghentikan penggunaan alat dan atau perangkat telekomunikasi yang menyimpang
dari ketentuan yang berlaku;
d. memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai saksi atau tersangka;
e. melakukan pemeriksaan alat dan atau perangkat telekomunikasi yang diduga
digunakan atau diduga berkaitan dengan tindak pidana di bidang telekomunikasi;
f. menggeledah tempat yang diduga digunakan untuk melakukan tindak pidana di bidang
telekomunikasi;
g. menyegel dan atau menyita alat dan atau perangkat telekomunikasi yang digunakan
atau yang diduga berkaitan dengan tindak pidana di bidang telekomunikasi;
h. meminta bantuan ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di
bidang telekomunikasi; dan
i. mengadakan penghentian penyidikan.

(3) Kewenangan penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan Undang-undang Hukum Acara Pidana.

Network Engineer

Profesi network engineer adalah salah satu profesi yang cukup diminati karena salah satu profesi IT dengan panghasilan yang lumayan. Jenjang karir profesi ini cukup jelas dan umumnya IT management dijabat oleh orang-orang yang berlatar belakang profesi ini (berdasarkan pengamatan saya..). Profesional di bidang ini umumnya memegang sertifikat CCNA, CCNP ataupun CCIE. Dengan memegang sertifikat ini, skill mereka dapat diakui secara internasional dan lebih memudahkan dalam memperoleh pekerjaan di negeri seberang.

Network engineer biasanya dipekerjakan di provider-provider jaringan atau perusahaan multi nasional dan atau yang berskala enterprise. Perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan interkoneksi data antar cabang di kota-kota yang jauh atau negara lain. Untuk itu diperlukan interkoneksi jaringan melalui WAN (Wide Area Network) dan konfigurasi LAN yang sesuai di kantor pusat dan kantor cabang.

Tugas Network Engineer:

  1. Mendesain dan membangun infrastruktur jaringan baik LAN maupun WAN
  2. Memberikan solusi terbaik dalam hal infrastruktur jaringan baik dalam hal peralatan yang digunakan, efisiensi, reliability, security dan aspek-aspek lain yang terkait
  3. Memastikan suatu infrastruktur jaringan computer dapat berfungsi dengan baik.

Keahlian yang Diperlukan:

  1. Menguasai konsep dasar mengenai jaringan seperti topologi, protokol-protokol komunikasi, standar-standar networking, media komunikasi data dan keamanan jaringan baik LAN maupun WAN
  2. Menguasai konsep dan desain infrastruktur jaringan dan troubleshooting-nya
  3. Menguasai desain, instalasi dan terminasi media jaringan seperti kabel tembaga/UTP, fiber optic, Wireless communication dll
  4. Menguasai setting, pemanfaatan dan troubleshooting perangkat jaringan seperti router, switch, firewall, proxy, modem dll
  5. Memahami instalasi dan setting PC dan server yang bisa digunakan dalam infrastruktur jaringan seperti domain controller, proxy, filrewall, mailserver dll
  6. Menguasai secara teknis dan praktis mengenai keamanan jaringan / sistem

Uraian pekerjaan

Jaringan insinyur bertanggung jawab untuk memasang, memelihara dan mendukung jaringan komputer komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi. Tujuan mereka adalah untuk memastikan kelancaran operasional jaringan komunikasi untuk memberikan kinerja maksimum dan ketersediaan bagi pengguna mereka, seperti staf, klien, pelanggan dan pemasok.

Jaringan insinyur dapat bekerja secara internal sebagai bagian dari organisasi tim IT support atau eksternal sebagai bagian dari sebuah perusahaan konsultan IT jaringan bekerja sama dengan sejumlah klien.

jabatan lain yang digunakan untuk merujuk pada jenis pekerjaan termasuk dukungan jaringan, insinyur dukungan, dukungan IT engineer, dukungan helpdesk, administrator jaringan, insinyur Novell dukungan, dukungan lini pertama, dukungan lini kedua, insinyur keamanan dan arsitek jaringan.

Khas aktivitas pekerjaan

Karya ini dipengaruhi oleh ukuran dan jenis organisasi mempekerjakan. Dalam sebuah bank investasi besar misalnya, seorang insinyur jaringan mungkin memiliki tanggung jawab spesifik untuk satu wilayah dari sistem. Dalam sebuah perusahaan kecil, insinyur mungkin troubleshooter untuk hampir semua masalah yang berhubungan dengan TI yang muncul.

Ada berbagai jenis jaringan, seperti:

  • jaringan area lokal (LAN), menghubungkan area terbatas seperti kantor, rumah atau sekelompok kecil bangunan;
  • metropolitan area network (MAN), menghubungkan area yang luas seperti kampus atau kota;
  • luas area jaringan (WANSs, yang link nasional atau internasional;
  • global area jaringan (Gans), menggabungkan semua yang di atas dengan teknologi satelit komunikasi mobile. Jenis jaringan yang akan mempengaruhi tanggung jawab insinyur.

Aktivitas kerja khas biasanya termasuk:

  • menginstal, mendukung dan memelihara hardware server baru dan infrastruktur perangkat lunak;
  • mengelola email, anti-spam dan perlindungan virus;
  • pengaturan account pengguna, perizinan dan password;
  • pemantauan penggunaan jaringan;
  • memastikan penggunaan biaya yang paling efektif dan efisien server;
  • menyarankan dan memberikan solusi TI untuk masalah-masalah bisnis dan manajemen;
  • memastikan bahwa semua peralatan IT sesuai dengan standar industri;
  • menganalisis dan mengatasi kesalahan, mulai dari sistem crash besar password yang terlupakan;
  • melakukan langkah-langkah pencegahan rutin dan menerapkan, memelihara dan pemantauan keamanan jaringan, terutama jika jaringan terhubung ke internet;
  • menyediakan pelatihan dan dukungan teknis untuk pengguna dengan berbagai tingkat pengetahuan IT dan kompetensi;
  • pengawasan staf lain, seperti teknisi help-desk;
  • bekerja sama dengan departemen lain / organisasi dan bekerjasama dengan staf TI lainnya;
  • perencanaan dan pelaksanaan pembangunan masa depan IT dan melakukan pekerjaan proyek;
  • mengelola website dan menjaga jaringan internal berjalan;
  • pemantauan penggunaan web oleh karyawan.

Keterampilan Teknis dan Persyaratan Network Engineer

  1. Certifications: MCSE, CCNA, CCNP, CCIE, CNE Sertifikasi: MCSE, CCNA, CCNP, CCIE, CNE
  2. Education: Bachelor’s Degree in Computer Science, Information Technology or similar. Pendidikan: Sarjana Ilmu Komputer, Teknologi Informasi atau mirip.
  3. Systems: Windows, Cisco Systems, UNIX, Linux, Novell Sistem: Windows Novell, Cisco Systems, UNIX, Linux,
  4. Networking: Switches, Routers, Hubs, Servers, Cables, Racks, Firewalls, LAN, WAN, TCP/IP, DNS, UDP, Latency, VoIP, QoS, EIGRP, BGP, OSPF, NHRP, ATM, PPP, MPLS Networking: Switch, Router, Hub, Server, Kabel, Racks, Firewall, LAN, WAN, TCP / IP, DNS, UDP, Latency, VoIP, QoS, EIGRP, BGP, OSPF, NHRP, ATM, PPP, MPLS

Sumber :

http://iceteaqomah.wordpress.com/2011/05/25/etika-profesi/

 Pengertian Etika

 

Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini :

 

• Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut

ukuran dan nilai yang baik.

• Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia     dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

• Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika adalah :

• Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.

• Kumpulan asas / nilai yang berkenaan dengan akhlak

• Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat

 

Etika secara umum dapat dibagi menjadi :

  1. Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
  2. Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Etika Khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :

– Etika Individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.

– Etika Sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

 

Ada dua macam etika yang harus dipahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :

 

1. ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.

 

2. ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

 

Definisi Profesionalisme

 

Berhubung banyak orang yang bingung dengan istilah profesi, profesional, dan profesionalisme yang hampir dipakai secara global dalam segala aspek kehidupan, berikut ini definisi dari istilah tersebut :

 

Profesi adalah pekerjaan atau bidang pekerjaan yang menuntut pendidikan keahlian intelektual tingkat tinggi dan tanggung jawab etis yang mandiri dalam prakteknya.

 

Profesional adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang.

 

Pekerjaan profesional memiliki unsur utama atau  yaitu keahlian, tanggung jawab, dan norma yang mengatur kegiatan pelakunya.

 

Profesionalisme

Soedijarto (1990:57) mendefinisikan profesionalisme sebagai perangkat atribut-atribut yang diperlukan guna menunjang suatu tugas agar sesuai dengan standar kerja yang diinginkan. Dari pendapat ini, sebutan standar kerja merupakan faktor pengukuran atas bekerjanya seorang atau kelompok orang dalam melaksanakan tugas.

 

Sementara itu Philips (1991:43) memberikan definisi profesionalisme sebagai individu yang bekerja sesuai dengan standar moral dan etika yang ditentukan oleh pekerjaan tersebut.

 

Secara umum ciri-ciri profesionalisme pada bidang informasi teknologi ( IT ) adalah :

  1. Memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam bidang pekerjaan IT.
  2. Memiliki wawasan yang luas.
  3. Memiiliki kemampuan dalam analisa dan tanggap terhadap masalah yang terjadi.
  4. Mampu berkerjasama dan dapat menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan kerja
  5. Dapat menjaga kerahasian dari sebuah data dan informasi
  6. Dapat menjunjung tinggi kode etik dan displin etika.

 

Definisi TSI

 

Teknologi Sistem Informasi (TSI) adalah suatu sistem pengolahan data keuangan dan pelayanan jasa perbankan secara elektronis dengan menggunakan sarana komputer, telekomunikasi, dan sarana elektronis lainnya.

 

Jadi, berdasarkan definisi yang telah dijelaskan sebelumnya Etika dan Profesionalisme TSI adalah sikap/ perilaku seseorang sebagai individu yang bekerja sesuai standar moral dan etika yang telah ditetapkan/diberlakukan dalam menggunakan teknologi sistem informasi.

 

Mengapa Etika dan Profesionalisme TSI dibutuhkan?

 

Etika membantu manusia untuk melihat secara kritis moralitas yang dihayati masyarakat, etika juga membantu merumuskan pedoman etis yang lebih kuat dan norma-norma baru yang dibutuhkan karena adanya perubahan yang dinamis dalam tata kehidupan masyarakat.

 

Etika membantu untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu dilakukan dan yang perlu dipahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.

 

Tujuan Etika dalam teknologi informasi: sebagai dasar pijakan atau patokan yang harus ditaati dalam teknologi informasi untuk melakukan proses pengembangan, pemapanan dan juga untuk menyusun instrument.

 
Pengguna etika dan profesionalisme TSI adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Mereka yang ada di lingkungan kerja ini harus sadar dan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan etika dan profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu etika seperti yang telah dijelaskan di atas.

Secara umum, pekerjaan di bidang IT terbagi dalam 3 kelompok sesuai bidangnya yaitu :

1. Mereka yang bekerja di bidang perangkat lunak (software), seperti :

  • Sistem analis, orang yang bertugas menganalisa sistem yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan.

 

  • Programer, orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan sistem analis sesuai sistem yang dianalisa sebelumnya.

 

  • Web designer, orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.

 

  • Web Programmer, orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.

 

2. Mereka yang bergelut di bidang perangkat keras (hardware). Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti:

 

  • Technical engineer, orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat sistem komputer.

 

  • Networking Engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.

3. Mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi. Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan seperti :

  • EDP Operator, orang yang bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.

 

  • System Administrator, orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem.

 

Sumber Referensi :

 

–          http://thekicker96.wordpress.com/apakah-etika-dan-profesionalisme-tsi/

–          http://yogatama-anggita.blogspot.com/2013/03/etika-dan-profesionalisme-tsi.html

–          http://pyia.wordpress.com/2012/03/09/etika-dan-profesionalisme-tsi/

 

Peranan Telematika

Pendahuluan

Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.

Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).

Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list Telematika saya menemukan salah satu ulir diskusi menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.

Pembahasan
Pada saat ini dengan ditemukannya suatu teknologi cetak ( printing technology ), informasi dapat dialihkan ke lebih banyak orang, di wilayah yang lebih luas, dan dengan biaya yang lebih murah. Di peralihan zaman millennium sekarang ini, perkembangan media elektronik, mencakup radio, televisi, dan telepon, telah memungkinkan penurunan waktu pengalihan informasi secara dramatik.
Begitu juga jarak geografis tidak lagi menjadi penghalang dalam proses komunikasi dan pertukaran informasi. Dimana pada saat ini juga biaya penyimpanan dan pengantaran informasi secara elektronik kini telah semakin banyak ditentukan oleh kebijakan public, ketimbang oleh faktor-faktor teknikal semata. Misalnya, pada harga pulsa telepon lebih terkait dengan kebijakan regulasi public dari pada harga actual yang dibutuhkannya.
Perkembangan teknologipun berkembang pesat, mulai dari pesawat telepon manual ke otomatis, dan dari analog menjadi digital. Pada gilirannya perkembangan ini menuntut adanya pengaturan infrastruktur dan standarisasi peralatan. Tak lama kemudian masuklah teknologi mobile-telecommunication.
Berkembanglah pemakaian handphone yang berdampak tumbuhnya usaha-usaha yang tidak hanya menyediakan layanan atau jejaring saja, melainkan juga membangun pabrik-pabrik dalam upaya pemenuhan kebutuhan akan kabel. Menarik untuk dicatat bahwa di era serbuan bisnis telekomunikasi itu, ternyata kaidah dan aturan bisnis professional tidak sepenuhnya diikuti.
Beberapa yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah :
  1. Perkembangan teknologi informasi dan broadcasting itu ternyata sangat berpengaruh dalam artian berita, tetapi juga iklan yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Lebih jauh lagi dengan berkembangannya telebanking, telekumunikasi sebelumnya dilihat hanya sebagai public utility, kini berubah menjadi bisnis opportunity.
  2.  Globalisasi ekonomi menciptakan suasana kompetisi yang semakin ketat. Ini menuntut penyelenggaraan telekomunikasi dengan kualitas layanan yang semakin tinggi. Setelah dilakukan pengorbitan satelit, jangkauan telekomunikasi yang ada akan semakin bisa meliputi seluruh wilayah luar maupun dalam negeri. Satelit telekomunikas itu kemudian bisa dimanfaatkan bukan untuk telepon tetapi juga untuk berbagai macam keperluan lain seperti, pengiriman facsimile, telex, dan pengiriman berbagai informasi dalam bentuk lain termasuk broadcasting.

Referensi :

http://dhniarks.blogspot.com/2014/01/peranan-telematika.html
http://gakaramyblog.blogspot.com/2012/12/peranan-telematika.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika

Ketika komputer pertama kali diperkenalkan secara komersial pada tahun 50-an, mesin ini sangat sulit dipakai dan sangat tidak praktis. Hal demikian karena waktu itu komputer merupakan mesin yang sangat mahal dan besar, hanya dipakai dikalangan tertentu, misalnya para ilmuwan atau ahli-ahli teknik.

Setelah komputer pribadi (PC) diperkenalkan pada tahun 70-an, maka berkembanglah penggunaan teknologi ini secara cepat dan mengagurnkan ke berbagai penjuru kehidupan (pendidikan, perdagangan, pertahanan, perusahaan, dan sebagainya). Kemajuan-kemajuan teknologi tersebut akhirnya juga mempengaruhi rancangan sistem. Sistem rancangan dituntut harus bisa memenuhi kebutuhan pemakai, sistem harus mempunyai kecocokkan dengan kebutuhan pemakai atau suatu sistem yang dirancang harus berorientasi kepada pemakai. Pada awal tahun 70-an ini, juga mulai muncul isu teknik antarmuka pemakai (user interface) yang diketahui sebagai Man-Machine Interaction (MMI) atau Interaksi Manusia-Mesin.

Pada Man-Machine Interaction sudah diterapkan sistem yang “user friendly”. Narnun, sifat user friendly pada MMI ini diartikan secara terbatas. User friendly pada MMI hanya dikaitkan dengan aspek-aspek yang berhubungan dengan estetika atau keindahan tampilan pada layar saja. Sistem tersebut hanya menitik beratkan pada aspek rancangan antarmukanya saja, sedangkan faktor-faktor atau aspek-aspek yang berhubungan dengan pemakai baik secara organisasi atau individu belum diperhatikan [PRE94].

Para peneliti akademis mengatakan suatu rancangan sistem yang berorientasi kepada pemakai, yang memperhatikan kapabilitas dan kelemahan pemakai ataupun sistem (komputer) akan memberi kontribusi kepada interaksi manusia-komputer yang lebih baik. Maka pada pertengahan tahun 80-an diperkenalkanlah istilah Human-Computer Interaction (HCI) atau Interaksi Manusia-Komputer.

Pada HCI ini cakupan atau fokus perhatiannya lebih luas, tidak hanya berfokus pada rancangan antarmuka saja, tetapi juga memperhatikan semua aspek yang berhubungan dengan interaksi antara manusia dan komputer. HCI ini kemudian berkembang sebagai disiplin ilmu tersendiri (yang merupakan bidang ilmu interdisipliner) yang membahas hubungan tirnbal balik antara manusia-komputer beserta efek-efek yang terjadi diantaranya.

Oleh Baecker dan Buxton [dalam PRE94] HCI ini didefinisikan sebagai “set of processes, dialogues, and actions through -which a human user employs and interacts with computer”. ACM-SGCHI [dalam PRE94] lebih jauh menuliskan definisi tentang HCI sebagai berikut:

— human-computer interaction is a discipline concerned with the design, evaluation and implementation of interactive computing system for human use and with the study of major phenomena surrounding them. “

Dengan demikian terlihat jelas bahwa fokus perhatian HCI tidak hanya pada keindahan tampilannya saja atau hanya tertuju pada tampilan antarmukanya saja, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek pamakai, implementasi sistem rancangannya dan fenomena lingkungannya, dan lainnya. Misalnya, rancangan sistem itu harus memperhatikan kenyamanan pemakai, kemudahan dalam pemakaian, mudah untuk dipelajari dlsb.

Tujuan dari HCI adalah untuk menghasilkan sistem yang bermanfaat (usable) dan aman (safe), artinya sistem tersebut dapat berfungsi dengan baik. Sistem tersebut bisa untuk mengembangkan dan meningkatkan keamanan (safety), utilitas (utility), ketergunaan (usability), efektifitas (efectiveness) dan efisiensinya (eficiency). Sistem yang dimaksud konteksnya tidak hanya pada perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga mencakup lingkungan secara keseluruhan, baik itu lingkungan organisasi masyarakat kerja atau lingkungan keluarga. Sedangkan utilitas mengacu kepada fungsionalitas sistem atau sistem tersebut dapat meningkatkan efektifitas dan efesiensi kerjanya. Ketergunaan (usability) disini dimaksudkan bahwa sstem yang dibuat tersebut mudah digunakan dan mudah dipelajari baik secara individu ataupun kelompok.

Pendapat Preece, J. di atas didasarkan pada pemikiran yang menyatakan bahwa kepentingan pemakai sistem harus didahulukan, pemakai tidak bisa diubah secara radikal terhadap sistem yang telah ada, sistem yang dirancang harus cocok dengan kebutuhan-kebutuhan pemakai.

Selanjutnya, dalam berinteraksi dengan komputer, para pemakai pertama kali akan berhadapan dengan perangkat keras komputer. Untuk sampai pada isi yang ingin disampaikan oleh perangkat lunak, pemakai dihadapkan terlebih dahulu dengan seperangkat alat seperti papan ketik (keyboard), monitor, mouse, joystick, dan lain-lain. Pemakai harus dapat mengoperasikan seperangkat alat tersebut. Selanjutnya, pemakai akan berhadapan dengan macam-macam tampilan menu, macam-macam perintah yang terdiri dari kata atau kata-kata yang harus diketikkannya, misalnya save, copy, delete, atau macam-macam ikon. Peralatan, perintah, ikon dan lain-lain yang disebutkan di atas dikenal dengan nama interface (antarmuka). Interface ini merupakan lapisan pertama yang langsung bertatap muka dengan pemakai.

Interaksi manusia dan komputer (bahasa Inggris: human–computer interaction, HCI) adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan komputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan implementasi antarmuka pengguna komputer agar mudah digunakan oleh manusia. Sedangkan interaksi manusia dan komputer sendiri adalah serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang diharapkan.

Beberapa aspek yang menjadi fokus dalam perancangan sebuah antarmuka adalah :

  1. Metodologi dan proses yang digunakan dalam perancangan sebuah antarmuka.
  2. Metode implementasi antarmuka.
  3. Metode evaluasi dan perbandingan antarmuka.
  4. Pengembangan antarmuka baru.
  5. Mengembangkan sebuah deskripsi dan prediksi atau teori dari sebuah antarmuka baru.

Bidang ilmu interaksi manusia dan komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendesain, mengevaluasi, dan mengimplementasikan sistem komputer yang interaktif sehingga dapat digunakan oleh manusia dengan mudah.

Interaksi adalah komunikasi 2 arah antara manusia (user) dan sistem komputer. Interaksi menjadi maksimal apabila kedua belah pihak mampu memberikan stimulan dan respon (aksi & reaksi) yang saling mendukung. Jika salah satu tidak bisa, maka interaksi akan mengalami hambatan atau bahkan menuju pembiasan tujuan.

Interaksi Manusia Komputer merupakan sekumpulan proses, dialog dan kegiatan dimana melaluinya pengguna memanfaatkan dan berinteraksi dengan komputer. Interaksi Manusia dan Komputer suatu disiplin ilmu yang menekankan pada aspek desain, evaluasi, dan implementasi dari sistem komputer interaktif untuk kegunaan manusia dengan mempertimbangkan fenomena-fenomena di sekitar manusia itu sendiri. Juga merupakan suatu studi ilmiah tentang masyarakat di dalam lingkungan kerjanya.

Manajemen Data Telematika

Pengertian dan Tujuan Manajemen Data 

Manajemen Data adalah bagian dari manajemen sumber daya informasi yang mencakup semua kegiatan yang memastikan bahwa data:

-Data Akurat
-Up to Date (Mutakhir)
-Aman
-Tersedia bagi pemakai (user)

Kegiatan Manajemen Data (1)Kegiatan manajemen data mencakup :

-Pengumpulan Data
-Integritas dan Pengujian
-Penyimpanan
-Pemeliharaan
-Keamanan
-Organisasi
-Pengambilan

Kegiatan Manajemen Data (2)

-Pengumpulan Data
Data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat dalam suatu formulir yang disebut dokumen sumber yang berfungsi sebagai input bagi system.

-Integritas dan Pengujian
Data tersebut diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan akurasinya berdasarkan suatu peraturan dan kendala yang telah ditentukan sebelumnya.

-Penyimpanan
Data disimpan pada suatu medium, seperti pita magnetic atau piringan magnetic.

-Pemeliharaan
Data baru ditambahkan, data yang ada diubah, dan data yang tidak lagi diperlukan dihapus agar sumberdaya data (berkas) tetap mutakhir.

-Keamanan
Data dijaga untuk mencegah penghancuran, kerusakan atau penyalahgunaan.

-Organisasi
Data disusun sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.

-Pengambilan
Data tersedia bagi pemakai.

TELEMATIKA 

Telematika ialah istilah untuk mendefinisikan Telekomunikasi melalui media informatika. Berdasarkan definisi di atas telematika sebenarnya mencakup dua teknik yaitu: telekomunikasi dan informatika. Karena kekhususan penelitian dalam bidang penelitian seperti: Digital signal processing, Network programming, Managemen Telekomunikasi: Routing, security, dll. Sentral telepon, router, switch, VoIP dll. Interoperabilitas: pensinyalan, operating system dan data base. Fiber optics, Network performance and Qos. Pengembangan software, dll. 

Pada Manajemen Data Telematika poin penting yang harus dimiliki adalah client sebagai user, server sebagai pusat pengambilan data, dan juga database sebagai tempat menyimpan data.

Istilah arsitektur mengacu pada desain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu system ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi. Client merupakan sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server sedangkan server ialah, sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta olehclient. 
Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan. 

Macam-macam arsitektur aplikasi Client-Server beserta kelebihan dan kekurangannya yaitu: 

1. Standalone (one-tier) 

Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host.  Walaupun computer client dipakai untuk mengakses mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi pada mesin ini, dan karena mereka “dump- client” atau “dump-terminal”. Tipe model ini, dimana semua pemrosesan terjadi secara terpusat, dikenal sebagai berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan pada model ini. Ada dua masalah pada komputasi berbasis host: Pertama, semua pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehzingga semakin banyak user yang mengakses host, semakin kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada. 
Pada saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam tahap bayi, dan umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe. Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan telah mulai dihapus. 

Keuntungan arsitektur standalone (one-tier):- Sangat mudah 
– Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan 

Kelemahan arsitektur standalone (one-tier):- Skala kecil 
– Susah diamankan 
– Menyebabkan perubahan terhadap salah satu komponen diatas tidak mungkin dilakukan, karena akan mengubah semua bagian. 
– Tidak memungkinkan adanya re-usable component dan code. 
– Cepat dalm merancang dan mengaplikasikan 

2. Client/Server (two tier) 

Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyakclient dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan. Aplikasi ditempatkan pada computer client dan mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya. Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service). 

Tiga komponen tersebut yaitu : 
1. User Interface. Adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan langsung oleh user. 
2. Manajemen Proses. 
3. Database. 
Model ini memisahkan peranan user interface dan database dengan jelas, sehingga terbentuk dua lapisan. 

3. Three Tier 
Arsitektur Three Tier merupakan inovasi dari arsitektur Client Server. Pada arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya. Application Server umumnya berupa business process layer, dimana bisa didevelop menggunakan PHP, ASP.Net, maupun Java. Sehingga kita menempatkan beberapa business logic kita pada tier tersebut. 

Arsitektur Three Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan menggunakan Web Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat komputer client melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke Application Server dan diolah berdasarkan business process-nya. Selanjutnya Application Server akan melakukan komunikasi dengan database server. 

4. Multi Tier 

Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing. 
Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian dari UI. Business Logic Server biasanya masih menggunakan bahasa pemrograman terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat ini, bahasa pemrograman tersebut masih sangat mumpuni sebagai business process. 

Multi-tier architecture menyuguhkan bentuk three – tier yang diperluas dalam model fisik yang terdistribusi. Application server dapat mengakses Application server yang lain untuk mendapat data dari Data server dan mensuplai servis ke client Application. 

Kesimpulan Dari saya :

Manajemen data telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika.

Didalam manajemen data telematika ini, di bagi-bagi menjadi 3,kategori yaitu :

1. Manajemen data sisi klien

2. Manajemen data sisi server

3. Manajemen data base sistem perangkat bergerak

 

Dalam manajemen database system perangkat bergerak, seiring dengan berkembangnya komunikasi bergerak dengan cepat memberikan dorongan kepada para operator layanan berlomba untuk memperkaya macam layanannya yang tentunya agar dapat menambah pemasukan bagi perusahaanya.

 

Beberapa contoh komunikasi data bergerak, misalnya untuk akses internet. Pengenalan WAP (Wireless Application Protocol) telah menunjukkan potensi sebagai layanan internet nirkabel/ WAP merupakan protocol global terbuka yang memungkinkan para pengguna mengakses layanan-layanan on-line dari layar kecil pada telepon genggam dengan menggunakan built-in browser. WAP bekerja pada berbagai teknologi jaringan bergerak, yang memungkinkan pasar missal bagi penciptaan layanan data bergerak.

referensi :

http://jimyindrabascian.blogspot.com/2009/12/manajemen-data-telematika.html

http://macansirkuit.blogspot.com/2012/11/manajemen-data-telematika.html

 

Teknologi Telematika

PENDAHULUAN

Perubahan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Kemampuan berpikir dan berinteraksi antar sesama dalam proses yang panjang, menghasilkan peradaban. Beberapa ilmuan telah membuat pembabakan atau periodisasi peradaban manusia, salahsatunya adalah Alvin Toffler. Menurut Toffler, peradaban manusia terdiri dari tiga zaman. Pertama adalah zaman pertanian, zaman industri, dan yang ketiga adalah zaman informasi. Zaman pertanian mencakup aktivitas manusia sejak mulai berburu dan meramu, sampai dengan bertani menetap. Berubahnya aktivitas food gathering menjadi food producing. Zaman informasi ini, menegaskan bahwa jarak geografis tidak lagi menjadi faktor penghambat dalam hubungan antara manusia atau antar lembaga usaha. Berbagai informasi dapat diakses dengan mudah sekaligus cepat. Setiap perkembangan dapat diikuti dimanapun berada. Istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead” makin lama makin nyata kebenarannya. Zaman informasi menyebabkan jagad ini menjadi suatu “dusun semesta” atau “global village”[3]. 

Sementara itu, di Indonesia, perkembangan telematika masih tertinggal apabila dibandingkan dengan negara lain. Cina misalnya, kini sudah dapat mendahului republik ini dalam hal aplikasi komputer dan internet, begitupula Singapura, Malaysia, dan India yang jauh meninggalkan Indonesia. Tampaknya masalah political will pemerintah yang belum serius, serta belum beresnya aturan fundamental adalah penyebab kekurangan tersebut. Contoh nyatanya ialah penutupan situs porno dan situs yang menyajikan film fitnah menyusul dengan disetujuinya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik pada medio 2007 dan awal tahun 2008, oleh Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo)

MATERI

Ragam bentuk yang akan disajikan merupakan aplikasi yang sudah berkembang diberbagai sektor, maka tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang tindih. Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor, sosial, ekonomi dan budaya. Bentuk-brntuk trsebut adalah. 

1. E-goverment 

E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya[15]. 

Tim tersebut memiliki beberapa terget. Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja. 

E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya. 

2). E-commerce 

Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, samapi membuat claim. 

Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine – Anjungan Tunai Mandiri) , bahkan membeli pulsa. 

3). E-learning 

Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dalri pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs. 

Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan. 

Peranan web kampus atau sekolagh termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. 

Hampir seluruh kampus di Indonesia, dan beberapa Sekolah Menegah Atas (SMA), telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan penilaian sudah melalui sarana internet yang dikenal sebagai Sistem Administrasi Sekolah (SAS) DKI, dan ratusan web yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian tersebar di dunia internet. 

PEMBAHASAN

Perkembangan telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya. 

Dalam teknologi telematikan bangsa Indonesia berusaha tidak tertinggal dari bangsa lain. Dengan dirintis oleh beberapa orang yang berdedikasi pada dunia akademisi, pengenalan dunia telematika mulai dilakukan seiring berkembangnya situasi politik dan ekonomi. 

Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, lebih menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya. 

referensi :

– http://e-majalah.com/0508sucipto.html

Nama : Muhamad Fazry

NPM : 14110576

Kelas : 4KA31

TELEMATIKA

Pendahuluan

Dalam era Milenium sekarang ini, komputer merupakan alat yang sangat dibutuhkan oleh banyak instansi dan perusahaan-perusahaan milik negara maupun swasta. Pemakaian komputer dewasa ini semakin berkembang pesat di segala bidang sesuai dengan kemajuan zaman. Sejalan dengan lajunya perkembangan dunia teknologi modern saat ini, mengakibatkan perubahan kehidupan manusia dalam menangani setiap permasalahan yang terjadi yang ada hubungannya dengan proses pembangunan secara menyeluruh.

Saat ini, komputer sudah memasuki hampir semua kehidupan masyarakat. Dunia pendidikan sangat terkait dengan komputerisasi. Dalam mendukung pembelajaran maupun dalam pengolahan data yang ada di lingkungan sekolah. Pembelajaran di lingkungan sekolah dapat dibantu dengan aplikasi-aplikasi yang dibangun mengenai pelajaran tersebut. Komputer memiliki peranan besar dalam bidang pendidikan khususnya dalam kegiatan belajar mengajar. Sehingga model pembelajaran yang klasikal, yaitu dengan menggunakan buku sebagai sumber belajar dirasa membosankan.

Teknologi informasi dan komunikasi, pada masa sekarang tidak dapat dilepaskan dengan telematika (cyberspace). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan di masyarakat, antara lain dalam alam perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakan kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan, menurut keperluan, sampai seluruh dunia. Pada saat ini informasi sudah banyak berkembang sedemikian rupa, hanya saja harus adanya dukungan teknologi. Teknologi telematika yang telah berkembang sehingga mampu menyampaikan suatu informasi.

Teori

Telematika merupakan serapan dari bahasa Perancis, yaitu telematique. Pertama kali istilah ini dipopulerkan oleh Simon Nora dan Alain Minc pada tahun 1978 dalam bukunya yang berjudulL’informatisation de la Societe. Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:

Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.

Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).

Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

Bidang yang terkait dengan telematika antara lain adalah :
• E-Government

• E-Commerce

• E-Learning

ANALISIS

Contoh penerapan telematika dalam bidang pendidikan salah satunya adalah E-learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Adapun contoh lain yaitu Perpustakaan Elektronik Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.

Di Indonesia, sekarang semua orang sudah mempunyai Smartphone, dan semakin hari semakin pesat perkembangan teknologinya, dan semakin memudahkan para penggunanya untuk mendapatkan informasi secara langsung baik itu dari social engineering, chatting, maupun video call yg lagi booming-nya di Indonesia akibat pasar Smartphone android atau sekedar browsing dengan menggunakan wifi ataupun 3G HSDPA dan Evdo bagi pengguna CDMA.

Referensi

http://agungdimas.wordpress.com/2012/10/10/konsep-dan-pendahuluan-telematika/

http://emkayuni-yunie.blogspot.com/2011/10/perkembangan-telematika.html

http://girlycious09.wordpress.com/tag/pengertian-telematika/

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.