Makhluk

Apabila kita hendak berbicara tentang bukti-bukti material haruslah dimulai dengan makhluk. Dialah yang merupakan bukti yang sepanjang siang dan malam berada di hadapan kita dan kita rasakan langsung keberadaan-nya sebab hal tersebutlah yang kita geluti sehari-hari. Itu adalah perkara yang tidak dapat dibantah oleh siapa pun.

Tidak ada orang yang dapat mengatakan (dengan bukti yang masuk akal) bahwa langit dan bumi tercipta sesudah terciptanya manusia, dalam arti bahwa manusia datang dengan tidak menemukan bumi sebagai tempat tinggalnya, dan tanpa adanya matahari yang bercahaya, tanpa adanya siang dan malam, dan tanpa udara yang dapat dihirupnya. Karena manusia memang datang setelah segala sesuatu sudah tersedia untuknya, yang tercipta sebelum dia diciptakan.

 

MEMBATALKAN KERAGUAN DAN KEBOHONGAN

Masalah makhluk hanya teratasi oleh Allah SWT semata tanpa dapat dibantah atau disanggah oleh kemampuan akal manusia. Apabila ada orang yang berpendapat bahwa alam ini tercipta secara kebetulan, maka pendapatnya jelas salah dan tidak berdasar, karena hukum kebetulan tidak mungkin dapat menimbulkan keteraturan yang akurat dan langgeng, sebagaimana akurat dan langgengnya hukum alam yang tidak pernah berubah atau rusak sejak jutaan tahun yang lalu.

Dan kalau ada juga ilmuwan yang berkata bahwa alam semesta ini berasal dari partikel-partikel (atom-atom) yang beku yang kemudian bergerak untuk saling berkumpul dan menyatu, maka kita boleh bertanya kepada mereka, siapakah yang menciptakan dan menggerakkan partikel-partikel itu ? Kalau mereka berkata bahwa kehidupan dimulai dengan satu sel air akibat dari suatu reaksi kimia, maka kita dapat bertanya kepada mereka, siapakah yang menciptakan reaksi kimia tersebut sehingga sel tercipta ?

Terhadap masalah ini kita tidak akan membuka arena debat sengit dengan mereka, Kita hanya akan berkata kepada mereka tentang suatu keajaiban yang datang dari Allah SWT Yang Maha Pencipta bahwa sebelum manusia ada (tercipta), Dia telah mengabarkan akan datangnya makhluk yang bernama manusia tersebut serta menjelaskan bahwa siapa saja yang mengingkari Allah SWTadalah termasuk golongan sesat.

Allah SWT berfirman : “Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong”. (QS. AI-Kahfi 51).

Siapakah yang datang untuk menyesatkan manusia dengan mengemukakan pandangan-pandangan serta anjuran-anjuran dusta tentang awal mula terciptanya langit, bumi, dan manusia ? Siapakah yang berasumsi bahwa manusia berasal dari kera ? Sungguh ini suatu teori yang penuh dengan kebodohan. Kita tidak pernah menyaksikan tanda-tanda adanya perubahan kera menjadi manusia. Kalau manusia merupakan hasil evolusi dari kera, mengapa dari dahulu kala kera-kera itu tetap kera dan tidak pernah berubah menjadi makhluk yang lebih tinggi tingkatannya ? Siapa yang mencegah kera-kera jaman sekarang untuk tidak berubah menjadi manusia seperti yang dialami nenek moyangnya yang terdahulu ?

Mereka lupa bahwa kelahiran harus disertai suatu proses antara Iaki-laki dan perempuan, dan kalau tidak maka pasti manusia sudah lama punah. Para pendukung teori manusia berasal dari kera tersebut tidak menjelaskan dari mana datangnya kera yang berubah menjadi wanita dan berfungsi untuk melengkapi perkembang biakan manusia tersebut. Tanpa perlu memasuki perdebatan yang tidak ada faedahnya, kita katakan kepada mereka semua bahwa teori-teori merekayang salah dan meyesatkan telah membenarkan apa yang tercantum dalam Al-Qur’an,

bahwa akan ada manusia yang menyesatkan (manusia lain) sehubungan dengan penciptaan langit, bumi, dan manusia. Kini mereka telah benar-benar datang dan menyesatkan, sesudah berlalu beberapa abad dari turunnya Al-Qur’an. Namun sungguh ajaib sekali ternyata teori-teori mereka yang sesat itu justru semakin menguatkan bukti-bukti tentang kebenaran AlQur’an. Kita boleh bertanya kepada setiap orang yang tidak mengakui Allah SWT sebagai pencipta segala makhluk. Apakah Anda menyaksikan penciptaan makhluk itu ?

Apabila jawabannya : “Tidak”, kita katakan kepada mereka ; “Kalau begitu untuk apa Anda berdebat ?”. Allah SWT sendirilah yang berfirman bahwa Dia-Iah pencipta segala makhluk, sementara itu tidak ada seorangpun yang mengklaim dirinya sebagai pencipta. Padahal terhadap benda-benda yang secuilpun apabila itu hasil buatan manusia maka tidak segan-segan orang yang bersangkutan mengumumkannya, dan tentang benda hasil cipataan berserta orang yang membuatnya tersebut diberitakan dimana-mana.

 

Referensi : 

Al-Qur’an Al-Karim

Bukti-Bukti adanya Allah

http://www.google.co.id

http://www.eramuslim.com